Skip to content

Materi

MATERI KELAS 8 SMP SEMESTER 1

KARYA SENI RUPA TERAPAN NUSANTARA

  1. Sejarah Seni Rupa Terapan Nusantara

Karya seni rupa terapan Nusantara adalah karya seni rupa yang berwujud dua atau tiga dimensi yang memiliki fungsi tertentu dalam kehidupan sehari-hariyang terdapat di wilayah Nusantara.

Kesenian suatu bangsa tidak berkembang kalau tidak mendapat pengaruh dari luar. Kesenian suatu bangsa disebut “klasik”, karena didunia tidak ada yang abadi, maka pencapaian puncak akan turun kembali bahkan lenyap dan dapat mengalami kelahiran kembali disebut “renaisance”.

  1. Fase Prasejarah
    1. a.      Zaman Palaeolithikum

Yaitu berupa benda-benda yang terbuat dari batu dan tulang yang dikerjakan secara kasar, misalnya kapak genggam.

  1. b.      Zaman Mesolithikum (jaman batu menengah)

Ditemukannya perkakas rumah tangga yang terbuat dari batu yaitu dua kapak yang diberi hiasan di daerah pantai Sumatera Timur Laut antara Langsa (Aceh) dan Medan. Yang satu digambar garis-garis sejajar dan yang lain semacam gambar mata.

 

Penemuan lain, yaitu :

  1. Lukisan babi hutan yang sedang meloncat dan cap-cap tangan pada dinding gua Leang-Leang (Sulawesi Selatan)
  2. Seni hias pada benda-benda pakai dan benda-benda kerajinan, ragam lukisan berupa muka / wajah manusia, topeng, garis-garis, tumpal dan garis geometris lainnya.
  3. c.       Zaman Neolithikum (jaman batu muda)

Sebelum kedatangan orang-orang ” Champa “, orang-orang Indonesia hidup berpindah-pindah. Karena sudah menetap menghasilkan karya seni dari batu yang sangat halus selain dipakai sebagai upacara kepercayaan juga untuk alat-alat keperluan sehari-hari.

  1. d.      Zaman Logam / Perunggu

Pengaruh besar dengan masuknya orang-orang dari daerah Anam Utara sekitar Teluk Tonkin yang daerahnya dikenal dengan nama Dongson. Kebudayaannya logam tembaga sampai logam perunggu. Karena kebudayaan perunggu dari daerah Dongson, maka kebudayaan di Indonesia disebut kebudayaan Dongson.

Teknik pengolahan barang-barang perunggu dilakukan dengan pengecoran.

Bentuk bendanya adalah : kapak sepatu, kapak corong, candrasa, bejana, emas dan nekara / moko.

Tempat mencari ikan terbuat dari perunggu disebut “Bejana” ditemukan di tepi danau Kerinci, Sumatra dan Madura.

Buntuk Nekara yang terkenal :

  • Nekara Bulan Pejeng, ini yang terbesar dan utuh ditemukan di Bali.
  • Nekara yang sangat ramping disebut “Moko” terdapat di P. Alor dan sampai sekarang untuk benda pusaka serta untuk mas kawin.
  • Nekara dengan hiasan bersifat naturalis disebut “Makalamau” ditemukan di Bima (Sumbawa).
  • Nekara kebanyakan untuk upacara seperti memohon hujan dengan salah satu ragam hias pada nekara bergambar “Katak”.
  1. e.       Zaman Megalithikum (jaman batu besar)

Kesenian ini tersebar hampir diseluruh dunia kecuali Australia.

Hasil-hasil terpenting dari zaman ini adalah :

  • Menhir

Tiang atau tugu untuk memperingati dan melambangkan arwah nenek moyang.

  • Dolmen

Berbentuk meja batu berkaki menhir, untuk tempat sesaji dan pemujaan kepada arwah nenek moyang.

  • Kubur Batu
  • Sarcophagus ( keranda )

Bentuk seperti palungan atau lesung dari batu untuk tempat jenazah.

  • Punden berundak-undak

Untuk tempat sesaji.

  • Lesung batu

Untuk menumbuk padi, biji-bijian atau menghaluskan benda-benda lain.

  • Batu-batu pahatan

Sebagai arca atau relief batu.

  • Batu goresan

Batu digambar dengan digores.

  1. Fase Sejarah

Orang-orang Indonesia belajar agama, filsafat,kesenian dan lain-lain di India. Di Indonesia terjadi percampuran kebudayaan yang asli dengan kebudayaan India serta pengaruh dari agama Budha.

Jaman Indonesia Hindu dibagi menjadi 2 periode :

  1. Periode Jawa Tengah (abad ke-8 sampai ke-10)

Karya seninya berupa candi-candi yang berasal dari kata “Candika” (nama dewa maut ), yaitu : bangunan untuk memuliakan orang yang sudah wafat khususnya para raja atau orang-orang terkemuka.

Candi di Jawa Tengah dapat dibagi menjadi :

  • Candi Agama Hindu

Arca pada candi melukiskan sang raja sebagai dewa, seperti lambing Dewa Syiwa yang berupa “Lingga”.

Contoh candi Hindu di Jawa Tengah

  • Candi Sari dekat Candi Kalasan
  • Kelompok Candi Loro Jonggrang di Prambanan
  • Kelompok Candi Dieng di Pegunungan Dieng
  • Kelompok Candi Gedong Songo di lereng Gunung Ungaran
    • Candi Agama Budha

Arca tidak mewujudkan seorang raja tetapi berwujud patung Budha dalam sikap-sikap tertentu.

Contoh candi Budha di Jawa Tengah

  • Candi Borobudur

Bentuk dasar candi merupakan punden berundak-undak (Budha Mahayana) untuk menggambarkan :

ü  Kamadhatu : bagian kaki.

ü  Rupadhatu  : terdiri dari lorong-lorong dengan pagar – pagar tembok yang dilengkapi hiasan dan relief – relief.

ü  Arupadhatu : bagian atas berupa batur-batur bundar.

Puncak berupa stupa besar. Arca-arca Budha berjumlah 505 buah.

  • Candi Mendut dekat Candi Borobudur
  • Candi Kalasan dekat kota Yogyakarta
  • Candi Plaosan dekat Prambanan
  • Kelompok Candi Sewu dekat Prambanan
  1. Periode Jawa Timur

Contoh candi di Jawa Timur

  • Candi Kidal, Candi Jago, Candi Singosari (terletak dekat Malang)
  • Candi Jawi dekat Pringen
  • Candi Penasaran dekat BlitarCandi-candi di luar Jawa :
    • Candi Muaratakus dekat Bankinang
    • Candi Gunung Tua dekat Padangsidempuan
    1. Fungsi Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

    Ada dua fungsi, yaitu:

    1. Pemenuhan kebutuhan yang bersifat praktis (kegunaan), yaitu sebagai benda pakai dan memiliki nilai hias.

    Misalnya: perabot rumah tangga (meja, kursi, almari dan tekstil).

    1. Pemenuhan kebutuhan yang bersifat estetis (keindahan), yaitu sebagai benda hias.

    Misalnya: batik dan tenun yang dibuat khusus untuk hiasan dinding, benda-benda kerajinan penghias ruangan (topeng, patung dan vas bunga).

    1. Bentuk Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

    Karya seni rupa terapan Nusantara sangat beragam dan terdapat pada bentuk rumah adat, senjata tradisional, transportasi tradisional dan seni kriya.

    1. Rumah adat

    Perbedaan bangunan rumah adat berdasarkan atapnya, ragam hiasnya, bentuk dan bahan bakunya.

    Misalnya :

    • Rumah Gadang (Padang)
    • Rumah beratap Joglo (Jawa)
    • Rumah beratap bubungan tinggi (Jambi)
    • Rumah beratap gonjong (Minangkabau)
    • Rumah beratap limas terpenggal (Papua)
    • Rumah panggung (Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi)
    1. Senjata tradisional
      1. Pedang, badik dan pisau tradisional

    Misalnya :

    • Parang (Ambon)
    • Mandau (Kalimantan), yang berkualitas dari batu gunung yang dilebur khusus dengan hiasan dari perak, tembaga dan atau emas.
    • Sundu (NTT)
    • Celurit (Madura)
    • Pasa timpo (Sulawesi Tengah)
    • Karih (Sumatra Barat)
    • Piso surit (Sumatra Utara)
    • Golok (Jakarta)
    • Rencong (Aceh), motif hiasnya adalah ular, bunga dan lipan.
    1. Keris

    Yaitu senjata tradisional berujung lancip dan bermata dua (karya asli Indonesia yang adiluhung). Jenis lain Kujang (Jawa Barat).

    Dua kelompok jenis keris :

    1. Untuk keperluan ritual-ritual adat (diciptakan olek Mpu zaman dahulu)
    2. Untuk lebih sebagai hiasan atau pertunjukkan kesenian, pelengkap busana adat perkawinan.

    Bilah keris dari perpaduan logam besi dan baja, bahkan berlapis emas. Gagang dan warangka dari kayu pilihan.

    Senjata yang mirip keris baik ukuran, bahan dan fungsi adalah tombak.

    1. Transportasi tradisional
      1. Perahu

    Misalnya :

    • Hiasan pilin berganda, perahu compreng (Cirebon)
    • Hiasan organic, perahu nelayan (Panarukan)
    1. Andong, pedati dan becak

    Andong di Jawa Timur namanya dokar.

    Andong yang narik kuda dan pedati sapi.

    Becak dijumpai di Jawa, Sulawesi dan Sumatera, sedang becak bermotor samping (Gorontalo dan Pematang Siantar Sumatera Utara)

    1. Seni kriya
    2. Seni kriya pahat

    Bahan selain kayu juga batu, aneka logam, emas, tulang dan kulit hewan.

    Hasil seni pahat yang unik adalah wayang kulit dan wayang beber (Yogyakarta, Surakarta dan Sragen), wayang golek (Jawa Barat).

    Contoh lain seni kriya pahat :

    • Seni ukir (Jepara)
    • Topeng, patung, ukiran dan lain-lain (Kudus, Bojonegoro, Cirebon)
    • Patung suku Asmat dan Kamoro (Papua)
    • Ukir kayu berupa perabot rumah tangga dengan warna emas dan coklat tua (Palembang)
    1. Seni kriya tekstil
      1. Karya batik

    Tekniknya : tulis, cap dan lukis.

    Daerah pengrajin batik : Jawa, Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Bali.

    Daerah batik bercorak pesisir : Pekalongan, Madura, Tuban dan Cirebon dengan corak kontras seperti merah, kuning, coklat dan putih.

    Batik Solo, Yogyakarta dan sekitarnya dengan warna-warna redup seperti coklat, biru, hitam dan hijau.

    1. Karya tenun

    Jenis tenun :

    • Tenun ikat

    Daerahnya adalah Aceh, Sumatra Utara, Sulawesi Tengah, Bali, Toraja, Kalimantan Barat danTimur, NTT, Flores dan Maluku.

    • Tenun songket, yaitu ada tambahan benang emas,perak atau sutra.

    Daerahnya adalah Aceh, Sumatra Barat dan Utara, Riau,Palembang, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Lombok, Nusa Tenggara dan Maluku.

    Bahan dari benang kapas (Sumbawa), songket benang sutra (Aceh, Sumatra Barat, Palembang dan Bali) dan benang katun (Flores).

    1. Kriya anyaman

    Bahannya : bambu, batang rotan, daun pandan, pelepah pisang, eceng gondok, dan serat kayu.

    Teknik anyaman ada 3 jalur yaitu lungsi (vertical), pakan (horizontal) dan gulungan (diagonal).

    Daerahnya adalah Tasikmalaya (berbagai bahan), Halmahera Maluku (rotan), Papua (serat kayu dan batang anggrek hutan).

    1. Apresiasi Terhadap Keunikan Gagasan Karya Seni Rupa Terapan Nusantara
    1. Pengertian Apresiasi

    Apresiasi berasal dari bahasa Inggris appreciate artinya menghargai atau menilai.

    Apresiasi karya seni adalah suatu sikap atau kegiatan menghargai nilai-nilai estetika atau budaya yang ada pada karta tersebut.

    Yang dilakukan dalam apresiasi adalah melihat, mengamati, mengerti dan memahami nilai keindahan suatu karya seni terus member penilaian atau penghargaaan.

    Tingkatan apresiasi :

    1. Apresiasi empatik

    Yaitu menilai kualitas karya seni sebatas tangkapan indrawi.

    1. Apresiasi empatik

    Yaitu melibatkan pengamatan dan penghayatan yang mendalam.

    1. Apresiasi kritik

    Yaitu menganalisa karya seni dan memberi kesimpulan kritik atas pengalamannya baik mengamati benda secara langsung atau tidak langsung.

    1. Makna Dalam Karya Seni Rupa Terapan Nusantara

    Makna berkaitan erat dengan nilai-nilai budaya yang berkembang dalam kehidupan masyarakatnya.

    Nilai-nilai simbolis ada pada pemilihan warna, bentuk dan motifnya.

    1. Ragam hias dalam karya seni rupa terapan Nusantara

    Ragam hias berpola geometrik ada di Toraja, Papua dan Sumatra Utara.

    Motif manusia dan hewan untuk ragam hias masyarakat Dayak Kalimantan, Batak dan Papua.

    Ragam hias di Nusantara dalam dua kelompok, yaitu :

    1. Pola hias abstrak

    Yaitu motif geometris dan organic, misalnya tumpal, baji, kawung, meander, pilin, swastika dan lain-lain.

    1. Pola hias abstraksi

    Yaitu dari bentuk flora, fauna dan manusia.

    Ragam hias ini berkembang pesat setelah pengaruh Islam masuk Nusantara, yaitu berkembangnya bentuk stilasi dan deformasi.

    1. Ragam teknik penciptaan karya seni rupa terapan Nusantara.
      1. Teknik pahat

    Yaitu mengurangi bahan dengan alat pahat, seperti patung, relief dan ukir.

    1. Teknik butsir

    Yaitu mengurangi dan menambah bahan sehinga menjadi bentuk yang diinginkan, misalnya keramik atau gerabah.

    1. Teknik lukis

    Yaitu menggoreskan kuas atau alat lain pada bahan kertas, kain, kaca atau kulit dengan cat atau pewarna tertentu.

    1. Teknik cor

    Yaitu dengan alat cetakan yang dituangi adonan berupa semen, gibs dan sebagainya.

    1. Teknik las

    Yaitu menggabungkan bahan satu ke bahan lain sehingga menjadi karya seni yang unik.

    1. Teknik konstruksi

    Yaitu menggabungkan bahan bangunan yang satu ke bangunan yang lain, misalnya rumah dan mesin.

    1. Teknik cetak

    Yaitu dengan membuat mal (cetakan) terlebih dulu, misalnya keramik dan patung.

    1. Teknik tempa

    Yaitu dengan cara ditempa (dibentuk) melalui proses perapian, misalnya membuat keris, kujang dan benda-benda perhiasan.

     download powerpoint

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: